<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=336640328218264&amp;ev=PageView&amp;noscript=1">

Pendapat

LIMA HAL YANG KITA PELAJARI DARI VIETNAM U23 v INDONESIA U23

Bagikan

9 Mei 2022

9 Mei 2022

Timnas Indonesia U-23 menelan hasil pahit di laga perdana kontra tuan rumah, Vietnam dalam ajang sepakbola SEA Games 2021 yang dilaksanakan di Phu Tho pada bulan ini.

Garuda Muda harus bertekuk lutut dari Tim Bintang Emas setelah dihajar tiga gol tanpa balas. Padahal sebelumnya anak asuhan Shin Tae-yong mampu bermain imbang tanpa gol saat babak pertama.

BACA JUGA:
Pemain Indonesia takut berkarir di luar negeri?

Dan Berikut 5 alasan kalahnya Indonesia dari Vietnam

Grogi

Kebanyakan pemain di timnas Indonesia sudah lama tidak bermain dengan kapasitas stadion yang penuh. Saat laga melawan Vietnam, stadion sangat penuh oleh pendukung tuan rumah dan itu membuat sebagian pemain grogi.

Skuat Belum Lengkap

Dua pemain andalan Shin Tae-yong yakni Asnawi Mangkualam dan Elkan Baggott belum bergabung dengan tim. Keduanya masih diperlukan tim masing-masing, Asnawi oleh Ansan (Korea Selatan) dan Elkan oleh Ipswich Town (Inggris).

e4a22d5ed571d565fb5dba28ca33eaf09f489a89Asnawi masih absen di laga perdana ini | Foto: K League

Kecolongan Lebih Dulu

Indonesia memiliki mental yang kurang baik saat tertinggal lebih dulu. Gol Vietnam yang dicetak oleh Nguyen Tien Linh berhasil merusak konsentrasi Indonesia yang sebelumnya bisa mengimbangi permain tuan rumah pada babak pertama.

Blunder

Kegagalan Indonesia pun diperparah dengan blunder yang dilakukan oleh Fachrudin Aryanto. Selain itu, Ilham Rio Fahmi pun melakukan beberapa kesalahan fatal yang di mana pemain tersebut memang masih minim pengalaman intermasional.

 

Gangguan Sebelum Pertandingan

Menjelang laga perdana kontra tuan rumah, Indonesia mendapat perlakukan yang buruk menurut Shin ATe-yong. Garuda Muda diberikan lapangan latihan yang jauh dari standard yang diinginkan oleh pelatih.

 

Lapangan pertama di Bai Bang memiliki permukaan rumput yang jauh dari standard. Sementara lapangan kedua di Tam Nong memiliki dimensi yang lebih kecil dari ukuran lapangan sepakbola normal.

Bergabunglah bersama kami dalam menulis masa depan dari sepakbola

Latest articles

Tinggalkan Komentar

Pedoman Berkomentar

Mari berkomentar dengan sopan dan hindari penggunaan bahasa atau frasa yang dapat disalahartikan sebagai menyinggung. Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi syarat penggunaan kami. Terima kasih!


Silakan masuk atau daftar untuk melihat dan menulis komentar.