<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=336640328218264&amp;ev=PageView&amp;noscript=1">

Pendapat

Lima Hal yang Timnas Indonesia U23 Pelajari dari SEA Games 2021

Bagikan

30 Mei 2022

30 Mei 2022

Timnas sepakbola Indonesia U-23 kembali harus menerima kegagalan meraih medali emas SEA Games setelah hanya membawa pulang perunggu pada SEA Games 2021 pada tahun ini di Hanoi, Vietnam.

Meski berpredikat sebagai tim paling produktif di fase grup, nyatanya Garuda Muda tak mampu jadi yang terbaik setelah terakhir kali meraih emas pada SEA Games 1991 di Manila.

Berikut 5 Pelajaran Dari Timnas Indonesia pada SEA Games 2021.

1. Shin Tae-yong Tidak Miskin Taktik

Di awal masa kepelatihan Shin Tae-yong, banyak publik meragukan jika pelatih asal Korea Selatan ini tidak bisa beradaptasi dengan Filanesia yang di mana bermain dengan tiga striker.

 

Saat awal melatih timnas, Shin lebih sering gunakan dua striker, tidak seperti yang tertuang dalam kurikulum Filanesia. Namu demikian pada akhirnya, Shin sudah mulai menerapkan pola yang variatif.

Di SEA Games kemarin, Shin selalu menurunkan tiga penyerang dengan bukti keberhasilan yakni menjadikan Indonesia sebagak tim paling produktif di fase grup.

2. Striker Tumpul

Meski jadi tim paling produktif, hanya ada total dua gol dari deretan lini depan Indonesia yang dihuni oleh Muhammad Ridwan, Ronaldo Kwateh, dan Irfan Jauhari.

Ronaldo_Kwateh_Cropped

Irfan menjadi striker paling mandul alias nirgol selama SEA Games sementara Ridwan dan Ronaldo, masing masing mencetak satu gol.

Kurang tajamnya striker tentu menjadi masalah bagi Indonesia ketika menemui kebuntuan dalam mencetak gol yang di mana itu menjadi tugas utama bagi striker.

3. Semua Lini Produktif

Ketika dimintai pendapat tentang mandulnya lini depan dan produktifnya duet bek tengah, Fachruddin Aryanto & Rizkk Ridho, Shin Tae-yong mengaku jika ia memang menugaskan semua lini mencetak gol dalam latihan

Selebrasi_Indonesia_GettyImages-1358068722

4. Berani Turunkan Pemain Muda

Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh menjadi pemain termuda dalam skuat. Meski begitu, Shin Tae-yong berani memberikan kepercayaan pada mereka yang mana masih bisa bermain untuk SEA Games berikutnya di Kamboka pada 2023.

5. Masih Bergantung Pada Arhan Pratama

Arhan semula akan ikut serta dengan skuat Garuda Muda untuk SEA Games. Akan tetapi, pemain yang kini membela Tokyo Verdy di J2 (Jepang) urung bergabung lantaran tak dilepas klubnya.

z3394436265027_11d14372c691187bb2b4ea05eba827df

Batalnya Arhan bergabung membuat Shin Tae-yong menurunkan Firza Andhika dan Alfreanda Dewangga yang dinilai SEA Games kurang maksimal untuk memerankan peran Arhan seperti di skuat Piala AFF Terakhir

Bergabunglah bersama kami dalam menulis masa depan dari sepakbola

Latest articles

Tinggalkan Komentar

Pedoman Berkomentar

Mari berkomentar dengan sopan dan hindari penggunaan bahasa atau frasa yang dapat disalahartikan sebagai menyinggung. Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi syarat penggunaan kami. Terima kasih!


Silakan masuk atau daftar untuk melihat dan menulis komentar.