<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=336640328218264&amp;ev=PageView&amp;noscript=1">

Pendapat

MEREKA YANG DINATURALISASI, TETAPI TETAP MEREDUP

Bagikan

23 Maret 2022

23 Maret 2022

Naturalisasi pemain sepak bola adalah jalan panjang.  Proses yang panjang dan rumit itu punya satu tujuan: Timnas Indonesia mendapatkan tambahan kekuatan dengan kualitas yang jauh lebih baik. Sayangnya, tidak semua bernasib seperti Ezra Walian atau Victor Igbonefo. Di antara mereka yang berhasil dinaturalisasi, juga ada yang berkalang mediokritas bahkan tampil melempem.

Ruben Wuarbanaran

Seharusnya 2011 menjadi awal baru yang menyenangkan bagi Ruben Wuarbanaran. Pada tahun tersebut ia dinaturalisasi. Sayangnya, pemain berdarah Belanda ini tidak menunjukkan tajinya bersama Timnas Indonesia.

20110202100723seleksitahapkedua110111-1.jpgRuben Wuarbanaran | Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari

Wuarbanaran sempat memperkuat beberapa klub di Indonesia, mulai dari Pelita Jaya, Pelita Bandung Raya, dan Barito Putera. Akan tetapi, kariernya mentok alias tidak berkembang. 

Sejak 1 Juli 2019, ia disebut-sebut tidak lagi mempunyai klub. Terakhir, Wuarbanaran tercatat membela klub Belanda, Germania Groesbeek.

Tonnie Cusell

Tonnie Cusell adalah pemain naturalisasi lainnya yang tidak bersinar Timnas Indonesia. Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu dinaturalisasi jelang Piala AFF 2012.

24112012043225Tonnie Cussell | Foto: JG Photo/Jurnasyanto Sukarno

Meski demikian, Cusell tidak bisa berbuat banyak untuk skuad Garuda. Timnas pun gugur di fase grup Piala AFF 2012. Tonnie sempat berkompetisi bersama Barito Putera pada 2014/15. Namun, setelahnya namanya tenggelam di ranah sepak bola indonesia.

Bio Paulin

Masih ingat Bio Paulin? Ia adalah komponen penting dalam kesuksesan Persipura Jayapura selama 1 dasawarsa, mulai dari 2007 sampai 2017. Dalam periode tersebut, Paulin yang berdarah Kamerun ini membantu Persipura merengkuh beberapa trofi juara: Liga 1 2008/09, 2009/10, dan 2013, Indonesia Soccer Championship A 2016, Indonesia Community Shield 2009, serta Indonesia Inter Island Cup 2011.

bio-paulin-indonesia_jh2xk43phzh3127e0liuovl5sBio Paulin beraksi di Timnas Indonesia | Foto: Goal.com

Melihat kualitas dan kontribusinya sebagai pemain, wajar jika akhirnya Paulin dinaturalisasi pada 2015. Setelah berganti kewarganegaraan, Paulin sempat membela Timnas Indonesia. Debutnya sebagai pemain TImnas adalah saat berlaga melawan Myanmar di pertandingan uji coba pada 30 Maret 2015.

Sayangnya, setelah dinaturalisasi prestasi dan performa Paulin justru menurun. Kariernya di Timnas terbentur hukuman pembekuan dari FIFA terhadap sepak bola Indonesia. Belum lagi, Paulin berkutat dengan cedera lutut. Kini, Paulin sudah gantung sepatu.

Sergio van Dijk

Melihat kiprah Sergio van Dijk bersama Persib Bandung, wajar jika publik sepak bola Indonesia berharap banyak padanya. Perjalanan Van Dijk bersama Persib dimulai pada Februari 2013. Dalam uji coba melawan PS UNI Bandung, Van Dijk mencetak trigol dalam kemenangan 10-1. Di liga, Van Dijk mencetak gol dalam debutnya pada kekalahan 1-2 melawan Persisam Putra Samarinda.

Produktivitasnya dalam mencetak gol membuat Timnas Indonesia meliriknya. Pada 19 Juli 2010, Van Dijk memberi pernyataan bahwa ia bersedia membela Timnas. Namun, kendalanya ada pada kewarganegaraan. 

sergio-van-dijk-timnas-indonesia_1ghgm84dbdqrs1iey20iibh9raSergio Van Dijk | Foto: Goal.com

Untuk menjadi bagian dari skuad Timnas, Van Dijk harus melepas kewarganegaraan Belandanya karena sepak bola Indonesia tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda. Aturan tersebut pula yang membuat Van Dijk awalnya mengurungkan niat untuk berlaga bersama skuad Garuda.

Akan tetapi, pada akhirnya Van Dijk memutuskan untuk melepas kewarganegaraan Belandanya. Itu artinya, ia bersedia dinaturalisasi. Pada 4 Maret 2013, ia dipanggil Timnas Indonesia untuk pertama kalinya, bermain di Kualifikasi Piala Asia 2015. Debutnya ada di pertandingan melawan Arab Saudi pada 23 Maret 2013.

Laga pada 7 Juni 2013 barangkali akan menjadi salah satu yang dikenang. Pasalnya, ketika itu Indonesia bertanding melawan Timnas Belanda dan Van Dijk masuk daftar pemain. Sayangnya, Timnas kalah 0-3 di duel tersebut. Gol pertama Van Dijk justru tercipta saat Timnas bertanding melawan Timor Leste. Ketika itu, Timnas menutup pertandingan dengan kemenangan 4-0.

Meski awalnya terlihat menjanjikan, Van Dijk pada akhirnya meredup bersama Timnas. Ia boleh dibilang tak sanggup mengangkat performa Timnas. Kini, Van Dijk pun sudah pensiun.

Jhonny van Beukering

Serupa dengan Tonnie Cusell, Jhonny van Beukering juga dinaturalisasi menjelang Piala AFF 2012. Bermodalkan pengalamannya berlaga bersama beberapa klub Eropa, Van Beukering masuk radar PSSI untuk dinaturalisasi. 

Dalam proses tersebut muncul desas-desus bahwa publik Indonesia menentang naturalisasi Van Beukering, Menurut mereka, Jhonny tidak prima karena kelebihan berat badan. PSSI bergeming dan melanjutkan proses naturalisasi.

12112012120224Jhonny van Beukering | Foto: : JG Photo/ Yudhi Sukma Wijaya

Akan tetapi, harapan tinggal harapan. Van Beukering hanya dua kali bermain untuk Timnas. Debutnya adalah laga uji coba melawan Timor Leste. Setelah itu, ia turun arena dalam laga Piala AFF 2012 melawan Malaysia. Sayangnya, Van Beukering juga tidak dapat berbuat banyak. Timnas pun gagal lolos dari fase grup.

Sesuai Piala AFF 2012, karier Van Beukering meredup. Ia sempat membela Pelita Bandung Raya, tetapi akhirnya memutuskan pulang ke Belanda karena merasa tenaganya tak lagi dibutuhkan.

Membicarakan Van Beukering tidak mungkin tidak menyebut kontroversinya pada Januari 2014. Saat itu, van Beukering tersandung kasus karena polisi menemukan 600 pohon ganja tertanam di salah satu rumahnya. Tentu saja ia membantah bahwa ialah yang menanam pohon-pohon ganja tersebut. 

Di Belanda pun, Van Beukering menuai kontroversi. Pada 2015, ia mendapat hukuman dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) karena diduga melakukan kekerasan kepada pemain junior.

Latest articles

Tinggalkan Komentar

Pedoman Berkomentar

Mari berkomentar dengan sopan dan hindari penggunaan bahasa atau frasa yang dapat disalahartikan sebagai menyinggung. Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi syarat penggunaan kami. Terima kasih!


Silakan masuk atau daftar untuk melihat dan menulis komentar.